Traktorhub dan Webtrace Merger Jadi Quipster, Perkuat Bisnis Alat Berat

09 Mar 2022

Traktorhub dan Webtrace mengumumkan penggabungan usaha (merger) menjadi entitas baru bernama Quipster. Kedua startup ini merupakan portofolio Prasetia Dwidharma, yang mana masing-masing pernah memperoleh suntikan pendanaan pada tahap awal (early stage).

Quipster tahun ini berencana menghimpun pendanaan Pra-seri A guna mendukung ekspansi yang menyasar 12 kota di Indonesia. Perusahaan juga akan menghadirkan produk baru, seperti fitur perawatan kendaraan, dan bermitra dengan institusi keuangan untuk menawarkan layanan pinjaman atau asuransi.

Di nama Quipster, Traktorhub dan Webtrace tetap akan menjalankan operasional bisnis sebelumnya. Erwin Subroto dan Denny Tjioe dari Webtrace masing-masing menjabat sebagai CEO dan CFO di Quipster. Sedangkan, David Hartono dari Traktorhub menduduki posisi COO.

Berdiri pada 2018, Traktorhub merupakan platform penyedia rental dan pembelian alat berat mulai dari mesin derek, ekskavator, hingga mesin pengangkat barang. Saat ini, Traktorhub mengklaim telah melayani puluhan klien sejak pertama didirikan.

Sementara itu, Webtrace adalah penyedia solusi internet of things (IoT) yang membantu mitranya untuk memantau aset kendaraan. Awalnya, startup ini berfokus pada bisnis logistik tetapi kini telah merambah sektor transportasi publik dan alat berat. Pada Januari kemarin, Webtrace menyebut platformnya telah terpasang di lebih dari 5.000 kendaraan.

Aksi merger dan akuisisi (M&A) antara dua startup yang memiliki keterkaitan investor bukan kali ini saja terjadi di Indonesia. Sebut saja merger antara Warung Pintar dan Sirclo serta aksi akusisi Bridestory oleh Tokopedia, yang mana semuanya merupakan portofolio dari East Ventures.